ingin punya penghasilan per hari 100 rb , silahkan gabung di link ini , buruaann

Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal

Rabu, 04 Mei 2011

kewibawaan dalam pendidikan

Kewibawaan Dalam Pendidikan


1. Pengertian kewibawaan
Konsep kewibawaan di adopsi dari bahasa belanda yaitu” gezag” yang bersal dari kata” zeggen “ yang berarti” berkata “. Siapa perkataannya yang mempunyai kekuatan mengikat terhadap orang lain, berarti mempnyai kewibawaan atau gezat terhadap orang itu.
Dalam pengertian umum yang berkembang dalam situasi dan kondisi dimasyarakat, kewibawaan sering pula diartikan sebagai sesuatu kelebihan yang dimiliki seseorang. Dengan kelebihan yang dimilikinya dia dihargai, dihormati, disegani, bahkan ditakuti orang lain atau kelompok masyarakat tertentu. Kelebihan itu bisa saja dalam berbagai dimensi yang dipunyai seseorang, mungkin kerena ilmu atau keahlian atau kepintarannya, kekayaannya, kekuatannya, kecakapanya, sifatnya, prilekunya atau kepribadiannya.
Kewibawaan yang dipunyai orang tua dengan kewibawaan yang dimilki oleh guru dalam pendidikan tentu saja ada persamaan dan perbedaanya. Orang tua adalah pendidik yang utama dan pertama dan sudah semestinya. Mereka adalah pendidik alami dan asli menerima tugas secara kodrati dari tuhan untuk mendidik anak-anaknya. Karena itu sudah semestinya mereka mempunyai kewibawaan terhadap ana-anaknya.
Kewibawaan orang tua dapat dilihat dari dua sisi yaitu.
a. Kewibawaan pendidikan
Dalam hal ini orang tua bertujuan memelihara keselamatan anak-anaknya, agar mereka dapat hidup terus dan berkembang secara jasmani dan rohaninya menjadi manusia dewasa. Pembawa pendidikan itu berakhir jika anak itu sudah menjadi dewasa.
b. Kewibawaan keluarga
Orang tua merupakan kepala dari suatu keluarga tiap anggota keluarga harus patuh terhadap peraturan yang berlaku dalam keluarga dengan demikian orang tua sebgai kepala keluarga dan dalam hubungan kekeluargaanya mempunyai kewibawaan terhadap anggota keluarganya. Kewibawaan keluarga bertujuan untuk pemeliharaan dan keselamatan keluarga.
Kewibawaan guru dan tenaga kependidikan lainya sebagai pendidik bukan dari kodrat, melainkan karena jabatan yang diterimanya. Ia ditunjuk, diangkat dan diberi kekuasaan sebagai pendidik oleh negara dan masyarakat oleh karena itu kewibawaan yang ada padanya pun berlainan dengan kewibawaan orang tua.
a. Kewibawan guru dalam pendidikan
Seperti halnya kewibawaan pendidikan yang ada pada orang tua, guru atau pendidik karena jabatan berkenaan dengan jabatanya sebagai pendidik, telah diserahi sebagian dari orang tua untuk mendidik anak-anak. Kewibawaan ppendidikan ini di batasi oleh banyyaknya anak-anak yang diserahakn kepadanya dan setiap tahun berganti murid.
b. Kewibawaan pemerintah
Disamping memiliki kewibawaan pendidikan guru atau pendidik karena jabatannya juga mempunyai kewibawaan pemerintah. Mereka di beri kekuasaan oleh pemerintah yang mengankatnya. Kekuasaan (kewibawaan) tersebut meliputi pimpinan kelas, disitulah anak-anak telah diserahkan padanya.
2. Fungsi Kewibawaan Dalam Pendidikan
Dalam pergaulan baru terdapat pendidikan, jika didalamnya telah dapat kepatuhan si anak. Tetapi tidak semua pergaulan merupakan pendidikan.
Satu-satunya pengaruh yang dapat dikatakan pendidikan adalah pengaruh yang menuju kedewasaan anak, untuk menolong anak menjadi orang yang kelak dapat atau sanggup memenuhi tugas hidupnya secara mandiri.
Berdasarkan penjelasan diatas, tampak fungsi wibawa pendidikan adalah membawa si anak kearah pertumbuhanya yang kemudian dengan sendirinya mengakui wibawa orang lain dan mau menjalaninya.
3. Penggunaan Kewibawaan Oleh Guru dan Pendidik Lainya
Kewibawaan pendidikan yang dimaksudkan disini adalah yang menolong dan memimpin anak kearah kedewasaan atau kemandirian. Oleh karena itu, penggunaan kewibawaan oleh guru dan tenaga kependidikan perlu didasari oleh faktor-faktor berikut:
a. Dalam menggunakan kewibawaan hendaklah didasarkan atas perkembangan anak sebagai pribadi.
b. Pendidik hendaklah memberi kesempatan kepada anak untuk bertindak atas inisiatif sendiri
c. Pendidik hendaknya menjalankan kewibawaan atas dasar cinta kepada anak.
4. Kewibawaan dalam pendidikan
a. Kewibawaan dan pelaksanaan kewibawaan dalam keluarga, terutama dimaksudkan untuk melaksanakan berputernya roda masyarakat kecil. Dalam pendidikan pelaksanaan kewibawaan tujuannya untuk norma-norma itu, dengan wibawa itu pendidik hendak membawa anak agar mengetahui, memiliki, dan hidup sesuias dengan norma-norma.
b. Pelaksanaan kewibawaan dalam kependidikan harus berdasarkan perwujudan norma dalam diri si pendidik. Oleh karena itu wibawa dan pelaksanaannya mempunyai tujuan membawa anak ketingkat kedewasaan.
5. Kewibawaan dan identifikasi
Dalam setiap macam kewibawaan terdapat suatu identifikasi sebagai dasar. Artinya, dalam melakukan kewibawaan si pendidik mempersatukan dirinya dengan yang dididik, juga sebaliknya. Dalam kaitan ini identifikasi mengandung arti si pendidik mengidentifikasi dirinya dengan kepentingan dan kebahagian si anak. Jadi, si pendidik akan mewakili patah hati anak didiknya untuk sementara. Dan yang kedua si anak mengidentifikasi dirinya terhadap pendidiknya.
Ada dua kemungkinan cara mengidentifikasi anak yaitu yang pertama ia dapat sama sekali melenyapkan dirinya menurut sempurna, tidak menentang perintah dan larangan di lakukan secara pasif saja. Yang kedua karena ikatan dengan sang pemegang wibawa (pendidik) terlalu kuat sehingga merentangi perkembangan “aku” anak itu.
Kesimpulan, identifikasi pada diri seorang anak mulanya tertuju pada diri pribadi pendidiknya, kemudian tertuju pada nilai-nilia dan normanya, kelaknya lebih melepaskan lagi dari pendidiknya, dan lebih lagi menunjukkan dirinya kepada nilai-nilai dan norma itu. Jelas bahwa fungsi kewibawaan adalah pendidikan adalah membuat si anak nilai-nilai dan norma-norma hidup.

1 komentar: